Mengapa Pinterest Mulai Terasa Menyebalkan? (Catatan Tepercaya tentang "AI Slop")

Pernahkah kamu merasa berselancar di internet belakangan ini justru bikin makin pusing? Alih-alih mendapat inspirasi nyata, kita malah disuguhi konten-konten palsu yang dibuat oleh kecerdasan buatan (AI). Fenomena ini sedang melanda salah satu platform visual terbesar: Pinterest.

Baru-baru ini, sebuah artikel di Wired menyoroti bagaimana platform yang dulunya menjadi surga bagi para pencari ide kreatif, kini mulai dibanjiri oleh apa yang disebut "AI Slop" (konten AI berkualitas rendah yang diproduksi secara massal).

Mengapa Pinterest Mulai Terasa Menyebalkan? (Catatan Tepercaya tentang "AI Slop")
img credit: mashable.com, modified by kilaspena

Berikut adalah poin-poin penting dari artikel tersebut yang sangat bagus untuk jadi pengingat kita bersama:

1. Jebakan Resep dan Foto Palsu

Artikel itu menceritakan kisah seorang ibu bernama Caitlyn Jones yang mencari resep ayam brokoli di Pinterest. Sekilas, foto makanannya tampak sangat lezat dan menggugah selera. Namun saat membaca instruksinya, ada kalimat aneh seperti menyuruhnya untuk "memasukkan (logging) ayam ke dalam alat masak."

Ketika dicek ke halaman profil blog resep tersebut, ia menemukan foto profil seorang koki wanita yang tampak terlalu sempurna secara visual, lengkap dengan biografi yang sangat umum dan klise. Setelah dicoba, masakan dari resep itu ternyata zonk, hambar dan berair. Kreator, foto, dan resepnya ternyata 100% buatan AI.

2. Apa itu "AI Slop" dan "Enshittification"?

  • AI Slop: Istilah untuk konten sampah hasil generator AI yang sengaja dibuat dalam jumlah masif untuk memenuhi mesin pencari dan media sosial.
  • Enshittification (Pembusukan Platform): Sebuah istilah dari aktivis Cory Doctorow untuk menggambarkan fase di mana sebuah platform digital yang awalnya fokus pada pengalaman pengguna, perlahan-lahan rusak karena perusahaan terlalu serakah mengejar keuntungan iklan, sehingga mengorbankan kenyamanan penggunanya.

Karena Pinterest berbasis gambar, platform ini menjadi sasaran empuk. Membuat gambar palsu lewat AI jauh lebih mudah dan murah daripada membuat video palsu.

3. Munculnya "Toko Gaib" (Ghost Stores)

Bukan cuma konten biasa, iklan di Pinterest juga mulai dipenuhi oleh akun penipuan. Pihak Wired mencoba mengeklik puluhan iklan sepatu di Pinterest dan menemukan pola yang sama: situs belanja yang menawarkan diskon tidak masuk akal, tidak punya alamat fisik, dan menampilkan foto pemilik toko (yang lagi-lagi hasil AI) dengan cerita sedih yang seragam. Ini adalah fenomena ghost stores—situs belanja palsu yang memanfaatkan AI untuk menjaring korban.

4. Dampaknya Bagi Kreator Nyata

Serbuan AI ini membuat kreator asli (manusia) menjadi korban. Banyak pengrajin lokal atau pembuat konten independen yang mengeluh bahwa jangkauan (views) dan interaksi mereka di Pinterest mendadak anjlok drastis. Konten otentik mereka tenggelam oleh algoritma yang memprioritaskan iklan dan akun-akun ternak konten berbasis AI.

Baca : Strategi Pinterest untuk Multi-Blogger Sibuq: Solusi Traffic Tanpa Merusak Estetika Blog

5. Langkah Pinterest (Yang Sayangnya Belum Cukup)

Pinterest sebenarnya sadar akan masalah ini. Mereka mulai menerapkan label "Gen AI" untuk konten yang dimodifikasi atau dibuat oleh AI, serta memberikan fitur bagi pengguna untuk membatasi konten AI di beranda mereka. Namun, label ini seringkali tidak muncul di halaman utama (harus diklik dulu) dan tidak berlaku untuk iklan.


Catatan untuk Diri Sendiri (Refleksi):

Internet sedang berubah, dan tidak semua yang tampak estetis di layar itu nyata. Dulu kita bisa mempercayai apa yang dibagikan orang lain sebagai bentuk "berbagi inspirasi antar manusia". Sekarang, kita dituntut untuk lebih skeptis. Jika sebuah foto furnitur tampak agak menentang hukum fisika, atau sebuah resep bahasanya terasa kaku seperti robot, bisa jadi itu adalah AI slop. Jangan sampai kita kehilangan sentuhan manusia dan keaslian hanya demi kepraktisan teknologi.

Saya sendiri sebenarnya bukan pengguna Pinterest dulunya. Namun, beberapa bulan ini, saya aktif memakainya. Karena ini berkaitan dengan blog-blog yang saya kelola.

Saya juga mulai sadar, banyak sekali konten yang dibuat dengan AI. Terlalu banyak malah. Saya tidak anti AI. Karena AI juga membantu saya menulis konten. Fenomena ini membuat saya lebih bijak membaca konten, dan membuat konten. (sumber artikel: WIRED)

Posting Komentar

Silahkan berkomentar dan berikan pendapat Anda tentang tulisan di atas.